My Wonderful Parenting Journey

share what i know, what i learn

10 Aturan Emas Manajemen Rumah Tangga 12 November 2009

Filed under: Uncategorized — melissasuryaningtyas @ 9:32 AM
Tags:

10 aturan emas manajemen Rumah TanggaKehadiran si kecil dalam kehidupan moms tentu akan membawa beberapa perubahan dalam rutinitas harian. Salah satunya adalah semakin banyaknya pekerjaan rumah tangga yang harus moms lakukan sekaligus semakin sedikit waktu yang moms miliki untuk melakukan setumpuk pekerjaan yang ada. Hanya ada satu strategi yang dapat menyelamatkan moms dari situasi tersebut: rencanakan dan jalankan manajemen rumah tangga moms sebaik mungkin!

Berikut merupakan beberapa aturan-aturan emas yang dapat moms gunakan sebagai rambu rambu pelaksanaan manajemen rumah tangga yang baik. Semoga bermanfaat..

1. Prioritaskan melakukan pekerjaan yang terpenting terlebih dahulu.

Tanpa adanya perencanaan prioritas kepentingan, moms akan terjebak dengan tumpukan pe er pekerjaan yang bukan tak mungkin malah memusingkan moms. Daftar prioritas akan menjadi panduan bagi moms untuk mencapai hasil yang optimal berdasarkan kepentingan yang telah moms buat.

2. Buat target perencanaan pekerjaan yang realistis sekaligus “date line” pekerjaan tersebut.

Waktu yang 24 jam tak dapat ditambah ataupun dikurangi. Karenanya jangan siksa diri moms dengan mentargetkan pekerjaan di luar kemampuan moms. Setelah moms membuat rencana kerja, tetapkan pula kapan rencana date line pekerjaan tersebut. Orientasi waktu akan banyak memotivasi moms untuk mencapat target pekerjaan moms!. Kalau perlu, buat papan khusus untuk menuliskan segala target kerja dan batas waktu finishing touch nya di tempat yang mudah terlihat.

3. Sadari dalam diri moms bahwa pekerjaan moms memang tidak akan pernah berakhir.

Saat si kecil menghampiri moms untuk mengajak bermain dan terpaksa moms tolak karena moms ingin menyicil tumpukan pekerjaan, bukanlah merupakan tindakan bijaksana. Harus moms akui, pekerjaan moms tak akan pernah habis. Karenanya tinggalkan pekerjaan bila moms sedang mood untuk bermain-main bersama si kecil.

4. Gunakan jasa “bantuan” bila memungkinkan.

Tak ada salahnya menggunakan jasa menyeterika, membersihkan rumah, belanja on-line, bila moms dapat melakukannya. Tentu bantuan jasa tersebut harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Penggunaan jasa jasa tersebut toh bukanlah mengartikan moms tak lagi menjadi ibu rumah tangga yang baik. Gunakan waktu yang moms delegasikan dengan kegiatan kegiatan yang memuaskan batin moms. Mempererat hubungan emosional yang moms jalin dengan si kecil melalui permainan, mempertinggi produktifitas moms dengan berkarya adalah beberapa hal yang dapat dilakukan.

5. Rencanakan “free time” moms di waktu yang tetap, kemudian diskusikan dengan seluruh keluarga.

Free time bagi moms merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Waktu bebas tersebut dapat dimanfaatkan untuk sejenak menimbun energi baru untuk beraktivitas lanjut. Tersedianya waktu eksklusif, pun hanya 30 menit per minggunya, akan menjadi dopping energi baru untuk melanjutkan rutinitas. Entah waktu bebas tersebut digunakan dengan melakukan aktivitas bersama si kecil ataupun moms lakukan sendiri merupakan keputusan moms. Jangan lupa, diskusikan dengan seluruh anggota keluarga. Hal tersebut perlu dilakukan tak lain bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik yang tidak diinginkan.

6. Delegasikan pekerjaan pada setiap anggota keluarga sesuai dengan kemampuannya.

Bila moms memiliki dana terbatas sehingga tak memungkinkan untuk menyewa jasa bantuan, libatkan seluruh anggota keluarga dalam menjalankan roda aktivitas rumah tangga. Percayakan kemampuan mereka untuk melakukan tugas tugas kerumahtanggaan, tentu sesuai dengan usia dan kemampuannya. Tak kalah penting, hargai apapun hasil kerja yang telah dilakukan oleh setiap anggota keluarga!.

7. Nikmati peran moms di rumah tangga.

Pekerjaan rumah tangga memang tiada habisnya. Bila kesemuanya selalu dilakukan dengan perasaan tertekan dan terpaksa, hal tersebut tentu akan membawa dampak buruk pada emosi moms. Perasaan negatif yang senantiasa menghantui diri moms hanya akan membuat hidup moms terasa semakin sempit dan beban semakin terasa berat!.

8. Sesekali mengeluh dapat ditoleransi, namun jangan biarkan tetap mengendap di hati dan pikiran.

Bagaimanapun moms manusia dengan energi terbatas. Karenanya sesekali mengeluh adalah hal yang wajar, namun jangan biarkan “ia” berlama bermukim di hati dan pikiran. Tengok kembali kehidupan moms yang telah dijalani. Inginkah moms benar benar menukar peran sebagai ibu dan istri karena alasan rutinitas yang membosankan?.

9. Jangan lupakan kontak sosial.

Pelihara hubungan pertemanan dengan sahabat sahabat dekat moms. Kerutinan menjalin kontak entah melalui fasilitas komunikasi ataupun bertemu langsung merupakan aset penting bagi pembentukan kepuasan diri. Moms adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain di kehidupan moms.

10. Singkirkan prinsip hidup “perfeksionis”!.

Dengan waktu yang hanya 24 jam disertai tumpukan pekerjaan yang tak akan pernah habis, mau tak mau moms harus menyusun daftar prioritas dan sedikit menyingkirkan prinsip kesempurnaan. Tanamkan di hati dan pikiran bahwa moms memiliki kemampuan terbatas. Karenanya menuntut diri agar seluruh target kerja berbuah sempurna adalah hal yang tak akan membawa keuntungan.

Diadaptasi dari “Den Alltag in den Griff bekommen” karya Julia Rogge.

Sumber: http:wrm-indonesia.org

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.